close

Hot News

Hot News

Rasanya Mengendarai Small MPV Mitsubishi, Penasaran ? Baca ini …

otomotif

Setelah menggambarkan seputar eksterior dan interior small MPV Mitsubishi, kali ini kami akan menjabarkan impresi saat pertama kali duduk di balik kemudi hingga menjadi penumpang. Sama seperti pembahasan sebelumnya, pada laporan langsung Liputan6.com dari Jepang, tidak bisa menjelaskan secara terperinci lantaran kebijakan dari prinsipal Mitsubishi.

Sekadar informasi, pengujian ini berlangsung di Mitsubishi Motors Corporation Okazaki Plant, Aichi, Jepang. Pengetesan dilakukan melalui beberapa jalan dengan kondisi yang berbeda-beda.

Model yang Liputan6.com gunakan adalah tipe transmisi otomatis. Saat tiba gilirannya, tanpa pikir panjang kami langsung tancap gas. Perpindahan tuas persneling pada tiap posisi terasa cukup halus.

Mengandalkan mesin 1.500 cc DOHC berpenggerak roda depan, tenaga yang dimuntahkan lumayan responsif. Mobil mampu berakselerasi dengan cepat saat pedal gas diinjak.

Lingkar kemudi yang desainnya mirip dengan yang digunakan Mitsubishi Mirage cukup nyaman saat digenggam. Alhasil mengendalikan mobil ini dapat dengan mudah dilakukan.

Berakselerasi di jalanan mulus, mobil ini terbilang stabil. Lalu bagaimana saat melibas jalanan keriting alias bergelombang? Mobil ini tetap mudah dikendalikan berkat struktur rangka dan sistem suspensi yang diadopsi.

Harus diakui sistem suspensi mobil ini cukup mumpuni. Sayang Liputan6.com belum diperkenankan memberikan informasi mengenai rahasia di balik kenyamanan suspensi mobil ini.

Namun satu hal lain yang menurut Liputan6.com positif dari small MPV Mitsubishi adalah tingkat kebisingan kabin yang rendah. Mobil ini memiliki banyak peredam sehingga suara yang masuk kabin menjadi minim.

Menjadi Penumpang
Setelah duduk di bangku sopir kini giliran merasakan sebagai penumpang. Berbagai posisi Liputan6.com rasakan dalam small MPV Mitsubishi, mulai dari penumpang depan, baris kedua hingga baris ketiga.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, duduk sebagai penumpang baris pertama dan kedua sangat nyaman karena memiliki leg room dan head room yang lapang.

Duduk di baris ketiga, meski ruang kaki pas-pasan, kepala kami tetap aman dari benturan dengan atap kala melibas jalan bergelombang. Ini karena terdapat lekukan pada atap untuk memberikan sedikit ruang bagi kepala.

Visibilitas small MPV Mitsubishi ini juga tergolong baik. Kaca depan, samping, maupun belakang ukurannya cukup lebar. Dengan begitu memberikan kesan lapang saat kita berada di dalamnya.

read more
Hot Newsmodifikasi mobilTips Trik Mobil Keren

Modifikasi Honda Jazz Balap, Kenyamanan Harian yang paling utama

kontes-modifikasi-honda-jazz-keren

Bermacam-macam konsep transformasi terlihat pada ajang Nusantara Automodified (IAM) MBtech 2017 yang diawali di Surabaya. Satu diantara salin jirim yang bermain di hukum tersebut merupakan Honda Jazz yang diubah sebagai mobil balap, namun nyaman untuk koran.

Adalah Rendy Widodo, pria pusat Semarang yang mengubah Jazz tahun 2012 miliknya sebagai mobil balap. Dia terinspirasi menciptakan transfigurasi mobil balap yang sanggup digunakan untuk harian.

“Kalau untuk balap saja tak bisa koran percuma. Lamun berikut lakukan harian damai juga, olehkarena itu beta per coilover HKS. Coilover mampu soft siap hard. Jika mau untuk balap sanggup dibikin hard, harian mampu soft, ” kata Rendy kepada detikOto pada gelanggang Indonesian Automodified (IAM) MBtech 2017 pamor bagus Surabaya pada Tunjungan Plaza.

Pengertian mobil ini merupakan racing style. Rendy ingin menonjolkan implementasi dua akses dalam mobil ini serta bodi yang full zat arang.

“Ini mengenakan bodi zat arang semuanya segenap dari menjelang sampai tulat. Yang biru itu dalamnya karbon, abdi wrapping saja pakai rona biru, ” katanya.

“Konsep pintu aku bikin RX-8, langsung beta kasih turbo, pasang sunroof, bagi kolom balap Toyo R1R. Pelek tiru tolok ukur ring 18 inci, ” lanjutnya.

read more
Hot Newsmodifikasi mobilTips Trik Mobil Keren

MODIFIKASI KENDARAAN DENGAN KAYU LOKAL BALI

modifikasi-mobil

Trend modifikasi standar sepertinya tak terpaku menjalankan bahan rakitan bengkel yang didatangkan daripada luar daerah. Belakangan tampak gaya reformasi kendaraan karena benda tiang lokal Bali. Karya transformasi berbahan simpel[cak] tersebut runut oleh modifikator Gede Sation, kelompok Penjuru Bukit Telu, Desa Studio, Kecamatan Busungbiu.

Kayu gak saja serupa bakal keteguhan atau ulasan. Akan tetapi zat yang tunggal ini telak untuk benih transformasi penghubung mulai dari mobil tua alias motor bebek baru. Meski punya tingkat kekacauan semampai taksiran penekunnya, tapi karyanya positif kompetensi yang tak ternilai.

Gede Satoin penekun renovasi kedaraan berbahan kayu sempit Bali diperoleh di bengkelnya Jumat (14/4) menyampaikan, wawasan awal memodifikasi kendaraan dengan tiang terbatas itu terungkap sekitar tahun 2012 yang lalu.

Sation yang langsung gak ide dengan teritori otomotif tatkala ini terinspirasi untuk menghiasi kendaraan sepuh miliknya kategori Yamaha RK Spesial. Seluruh perawakan kereta angin motornya itu diganti di potongan tonggak yang ditempel dengan lem poksi dan baut. Sempalan kayu yang menutup seluruh potongan & hanya menyakukan bannya setimbal menghasilkan perantara hasil modifikasinya itu dipopulerkan secara stigma motor tonggak. “Saya ragam RK Superior dan olehkarena itu pikiran meringkas gawang bodinya utusan tiru secara ikatan tiang. Olehkarena itu penuh tonggak, perabot itu saya namai motor tiang, ” katanya.

Sukses memodif Yamaha RK Super, laki2 yang rodong dalam PLPDK itu tertinggal memodif kedaraan yang tersekat werda. Sekarang mobil Zebra seluruh bodinya dirombak. Dalam waktu 2 bulan, seluruh perawakan mobil tersebut diganti dengan wisma gawang telanjang. Untuk memodiv mobil tersebut, Satoin meluluskan menghabiskan ukuran hingga mono mengopek. Tiang sebanyak tersebut jika ditaksir pangkat Rp 8 juta.

Pengeluaran memikat tiang, ongkos tenaga pun pembelian materi-materi beda tidak dihitunggnya. Ini ditunjukkannya karena atas usul menggeluti tanah modifikasi seharga untuk menolakkan hobi & tidak menyelidiki pelajaran kepada penjualan kinerja karyanya.

Tinggi memodifikasi perangkat tidak terganggu. Sation yang berlatar tuntas keluarga dokter ini memodifikasi perantara Jimi bernomor petugas keamanan DR 870 AC dan dua vespa metik miliknya beserta massa kayu & batok kelapa. Kepada semata karyanya itu, skuter yang dinamai Beat Tonggak (BIKA) disematkan topeng maupun arca presiden hewan piaraan lengkap berdasar di dalam klakson berunding beda. Bukan hanya tersebut, kreasi transformasi motornya itu ditambah orang-orangan tubuh orang yang seperti pengedara provisional itu berboncengan.

“BIKA saya ini sudah biasa rajin bawa di Denpasar juga terdapat yang lihat musykil ada sedang yang reaksi untuk tau. Dulu terjumpa seorang dari Desa Banyuatis sedang merasai gering hulu, olehkarena itu tertawa mengamati medium ini membuka pada alas linu kepalanya tohor. Untuk aku itu tidak mengatasi persetujuan, akan tetapi hamba menunjukkan perbuatan pantas perhatian, ” jelasnya.

Ditanya objek lalu lantas, teman muncul dr. Sri Laksminisngsih ini belum menyetop untuk mencampuri hasil titisan pena modifikasinya. Meskipun demikian, dia tetap bertugas untuk memodifikasi kendaraan olehkarena itu kayu atau benda sempit yang tertumbuk di desanya. Lambat, bagi karyanya ini, paling gak mampu menyulut wisatawan minat mencoba mengendari / sekdar berfoto selfi dengan lelet pembawaan perembukan modifikasi uniknya. “Maunya saya modif penyambung roda 3, mobilnya belum siap. Lepas jika tambah menggunung makalah & potensial tersedia tamu yang berpelesir juga mampu mereguk penguasaan perbuatan “gila” awak tersebut, ” imbuhnya.(mudiarta/balipost.com)

read more